Selasa, 22 November 2011

ISLAM DI AMERIKA

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, dari sejak pertama sekali islam muncul yaitu ketika zaman Nabi Muhammad SAW sampai saat ini. Islam memiliki banyak sejarah maupun ceita yang harus kita ketahui sebagai seorang muslim. Mengetahui bagaimana Islam itu berkembang juga merupakan salah satu cara kita untuk  mencintai agama Allah ini. Dan Al-Qur’an merupakan sumber kebenaran dari cerita-cerita yang mungkin sering kita dengar dari guru-guru kita sejak kita masih kecil saat belajar agama di Madrasah. Kita tahu bagaimana Rasulullah memperjuangkan agama Islam ini dengan banyak kesulitan di dalamnya. Juga perjuangan para khalifah, tabi’in ,tabi’tabi’in serta ulama lainnya dalam melanjutkan perjuangan Rasulullah untuk menuntun manusia ke jalan yang benar. Selain di Arab sendiri, Islam juga berkembang ke Negara-negara lain mencakup Negara tetangga, daratan Eropa, Afrika ,dan ke beberapa Negara Asia lainnya. Setiap Negara memiliki sejarah sendiri sebagaimana Arab yang merupakan tempat pertama kali Islam berkembang. Bagaimana Islam itu masuk ke Negara itu sendiri, dan bagaimana cara mereka penyebar agama islam menyampaikan agama yang benar ini kepada penduduk setempat. Suka duka dirasakan para penyebar agama ini.
            Dalam makalah ini saya akan membahas secara singkat perkembangan Islam di USA atau Amerika Serikat. Bagaimana pertama kalinya Islam masuk ke Negara yang disebut “Negara Kristen” ini. Bagaimana komunitas Muslim di Negara ini dan Bagaimana perkembangannya sampai saat sekarang ini.

B.     Rumusan masalah
1.      Kapan Islam itu masuk ke USA (United State of America) ?
2.      Bagaimana islam itu masuk ke Amerika ?
3.      Bagaimana Perkembangan Agama Islam disana sampai saat sekarang ini ?



PEMBAHASAN
A.    Islam Masuk Ke Amerika
Masuknya Islam ke amerika masih bersifat spekulatif karena tidak ada teori yang tegas kedatangan islam masuk ke Amerika. Sebagian ahli sejarah berpendapat bahwa para pelaut Muslim adalah orang-orang pertama yang menyeberangi di Samudera Atlantik dan tiba di pantai-pantai Amerika. Sebagian lain mengatakan, bahwa Christhoper Columbus telah dibimbing untuk mendarat di benua itu oleh navigator-navigator dan pembantu-pembantu muslim Andalusia atau Maroko yang jasa-jasanya telah dibayar oleh Columbus[1]. Selain itu Para pengamat kemunculan Islam di Amerika Utara kebanyakan memandang bahwa kedatangan pertama yang sesungguhnya orang-orang muslim di Amerika Serikat terjadi pada pertengahan dan akhir abad ke-19. Dan memang, pada saat itulah imigran Muslim pertama, terutama dari Timur Tengah, mulai datang ke Amerika Utara dengan harapan memperoleh peruntungan, besar ataupun kecil, dan kemudian kembali ke Negara mereka. Sedangkan Para penjelajah Muslim Afrika konon telah menembus sebagian besar wilayah Amerika Selatan dan Utara, bergaul dan sebagian menikah dengan penduduk asli Amerika. Sebagian menduga orang-orang Muslim mendirikan pos-pos perdagangan (tranding post) dan bahkan memperkenalkan sejumlah benda-benda seni dan kerajinan di Amerika Selatan dan Utara. Bukti-bukti peninggalan yang mendukung pernyataan tersebut diambil dari benda-benda peninggalan sejarah (artifak), tulisan-tulisan, dan laporan dari kisah-kisah para saksi mata namun masih agak meragukan sehingga teori semacam itu masih berupa dugaan-dugaan balaka.
Gelombang kedatangan Muslim berikutnya ke Amerika Utara terjadi antara Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia kedua dalam jumlah yang cukup besar. Mereka berasal dari Syria-Libanon, daerah-daerah Balkan, Rusia Selatan, Kaukasia dan Turki. Ke Kanada datang pula imigran-imigran Muslim dari Negara-negara persemakmuran Inggris untuk bekerja. Hanya sedikit saja jumlah imigran Muslim yang datang ke sana untuk studi. Seusai Perang Dunia kedua para imigran Muslim berdatangan lagi ke Amerika dalam jumlah yang lebih besar lagi, untuk menuntut ilmu dan juga mengembangkan profesi mereka, di samping ada pula yang datang karena alasan ekonomi dan alasan politik.[2]
Menurut sumber lain, kedatangan paling awal imigran Muslim adalah antara tahun 1875 dan 1912 dari kawasan pedesaan, yang sekarang menjadi Suriah, Yordania, Palestina, dan Israel. Daerah ini dulunya dikenal sebagai Suriah Raya yang diperintah oleh Kekaisaran Ottoman. Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh pada Perang Dunia I (PD I), terjadi gelombang kedua imigrasi kaum Muslim dari Timur Tengah, dimana dalam periode ini pula dimulainya kolonialisme Barat di Timur Tengah. Pada tahun 1924, aturan keimigrasian AS disahkan, yang segera membatasi gelombang kedua imigrasi ini dengan memberlakukan "sistem kuota negara asal". Periode imigrasi ketiga terjadi pada 1947 sampai 1960, dimana terjadi peningkatan jumlah Muslim yang datang ke AS, yang kini berasa dari negara-negara di luar Timur Tengah. Gelombang keempat kemudian terjadi pada tahun 1965 disaat Presiden Lyndon Johnson menyokong rancangan undang-undang keimigrasian yang menghapuskan sistem kuota negara asal yang sudah bertaha lama.[3]
Selama tahun 1520-an telah didatangkan budak ke Amerika Utara dari Afrika. Diperkirakan sekitar 500 ribu jiwa dikirim ke daerah ini atau 4,4% dari total 11.328.000 jiwa budak yang ada. Diperkirakan sekitar 50% budak atau tidak kurang dari 200 ribu jiwa budak yang didatangkan berasal dari daerah-daerah yang dipengaruhi oleh Islam. Memasuki abad ke-19, perdagangan budak dihentikan, terutama setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Emancipation Proklamation (proklamasi kemerdekaan) tanggal 1 januari 1863, yang menetapkan bahwa budak-budak di Negara AS adalah merdeka. Dengan demikian, banyak orang Islam yang berasal dari Mesir, Yordania, Siria, Irak, Pakistan, India, Turki, Yugoslavia, Uni Soviet, dan Albania yang berimigrasi ke Amerika pada tahun itu kemudian disusul dengan gelombang imigrasi berikutnya. Fakta di atas dapat diketahui bahwa masuknya Islam ke Benua Amerika, bukanlah dari sebuah ekspedisi yang secara politis sengaja dikirim dengan tujuan untuk pengembangan wilayah (ekspansi) atau pengembangan Islam secara structural, dan bukan pula dibawa oleh para pedagang muslim yang menyebarkan Islam secara cultural, tetapi melalui komoditi para budak yang teguh memegang agamanya seperti Bilal. Hal ini menjadi kendala bagi perkembangan Islam selanjutnya.[4]
B.     Perkembangan Islam di Amerika
Perkembangan Islam di kawasan ini mengalami kendala historis yang sangat serius. Bangsa Amerika mengenal Islam pertama kali melalui orang-orang yang mereka pekerjakan sebagai budak. Para budak mempertahankan tradisi keimanan dan keislamannya yang tidak mau memakan daging babi dan percaya kepada Allah dan Muhammad serta berlaku jujur atau Amanah. Sikap dan prilaku yang demikian, dipandang sebagai suatu kepercayaan baru bagi tuan-tuan yang selama ini menguasai mereka. Kendati prilaku keagamaan yang ditampilkan oleh budak-budak tersebut mengungguli tradisi keagamaan public, akan tetapi masih sangat sulit untuk dapat diresepsi oleh tuan-tuan yang menurut sosiokultural saat itu berkedudukan sangat tinggi. Ini adalah fakta historis yang tidak menguntungkan bagi perkembangan Islam.[5]
Meskipun mayoritas umat muslim di Amerika adalah orang Amerika keturunan Afrika atau bagian dari penduduk imigran, ada banyak orang Amerika lainnya yang memilih memeluk Islam sebagai agama dan cara hidup mereka dan jumlah ini terus bertambah. Diperkirakan jumlah Muslim bangsa Amerika kulit putih di Amerika Serikat berkisar antara dua puluh hingga lima puluh ribu orang, namun seperti biasa sulit menentukan angka yang tepat. Sebagian di antara mereka adalah perempuan bangsa Amerika kulit putih yang menikahi lelaki-lelaki Muslim. Seperti telah kita lihat, hukum  Islam memperbolehkan laki-laki muslim menikahi perempuan dari antara kaum kitab, yakni orang-orang yang beragama Kristiani dan Yahudi. Meskipun tidak ada paksaan bagi perempuan-perempuan tersebut untuk berpindah agama, karena anak-anak yang terlahir akan dibesarkan menurut agama sang ayah, namun sebagian memilih untuk memeluk Islam. Perpindahan agama mereka mungkin terjadi karena sang suami menghendaki istrinya menerima Islam, atau sang istri meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar baginya, atau ia menginginkan anak-anaknya dibesarkan dalam keluarga dengan satu keimanan. Nampaknya pada lebih dari separuh pernikahan antara laki-laki Muslim Imigran dengan perempuan Amerika non-Muslim sang istri berpindah memeluk agama Islam. Namun patut dicatat bahwa survey atas kaum perempuan yang berpindah ke Islam menunjukkan bahwa dalam banyak kasus masuknya mereka ke dalam Islam terjadi sebelum mereka menikah dengan laki-laki Muslim. Anak-anak juga di besarkan dalam agama sang ayah jika seorang muslim menikah dengan pria Kristiani atau Yahudi. Meskipun pernikahan semacam itu menurut hukum tidak sah namun tetap terjadi sesekali dan hal ini memberikan tekanan yang berat bagi sang suami untuk berpindah agama ke agama Islam.[6]
Pada tanggal 25 Juni 1991, Siraj Wahaj, Imam Masjid al-Taqwa di Brooklyn membawakan doa menurut Agama Islam yang pertama di hadapan para Anggota DPR Amerika Serikat. Dalam doanya itu, dia memasukkan salah satu ayat Al-Qur’an yang paling sering dikutip yaitu : “Tidak tahukah kamu, Hai Manusia, bahwa aku telah menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal mengenal.” Peristiwa ini merupakan peristiwa yang bersejarah, dan diucapkannya doa muslim dalam sebuah masyarakat yang majemuk adalah hal yang menarik. Perbedaan agama dan budaya kita tidak seharusnya menimbulkan celah perpecahan, melainkan sebaliknya menjadi peluang untuk menjawab tantangan yang terbesar yaitu : “agar kita saling kenal-mengenal”[7]
C.     Motivasi Menjadi Seorang Muslim di Amerika
Dari banyak wawancara yang dilakukan televisi Amerika, Eropa maupun Timur Tengah terhadap mereka yang masuk Islam atau video-video blog yang banyak menjelaskan motivasi para new converters ini masuk Islam, menggambarkan konfigurasi latar belakang yang beragam.
Ø  kehidupan mereka yang sebelumnya sekuler, tidak terarah, tidak punya tujuan, hidup hanya money, music and fun. Pola hidup itu menciptakan kegersangan dan kegelisahan jiwa. Mereka merasakan kekacauan hidup, tidak seperti pada orang-orang Muslim yang mereka kenal. Dalam hingar bingar dunia modern dan fasilitas materi yang melimpah banyak dari mereka yang merasakan kehampaan dan ketidakbahagiaan. Ketika menemukan Islam dari membaca Al-Qur’an, dari buku atau kehidupan teman Muslimnya yang sehari-harinya taat beragama, dengan mudah saja mereka masuk Islam
Ø  merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan yang tidak pernah dirasakannya dalam agama sebelumnya yaitu Kristen. Dalam Islam mereka merasakan hubungan dengan Tuhan itu langsung dan dekat.
Ø  menemukan kebenaran yang dicarinya. Beberapa konverter mengakui konsep-konsep ajaran Islam lebih rasional atau lebih masuk akal seperti tentang keesaan Tuhan, kemurnian kitab suci, kebangkitan (resurrection) dan penghapusan dosa (salvation) ketimbang dalam Kristen. Banyak dari masyarakat Amerika memandang Kristen sebagai agama yang konservatif dalam doktrin-doktrinnya.
Ø  banyak kaum perempuan Amerika Muslim berkesimpulan ternyata Islam sangat melindungi dan menghargai perempuan. Dengan kata lain, perempuan dalam Islam dimuliakan dan posisinya sangat dihormati. Walaupun mereka tidak setuju dengan poligami, mereka melihat posisi perempuan sangat dihormati dalam Islam daripada dalam peradaban Barat modern.[8]
D.    Persentase Agama di Amerika
Sejumlah data yang dikomposisikan oleh Demented Vision (2007), dari sebuah observasi di Amerika Serikat tentang perkembangan jumlah pemeluk agama-agama dunia menarik untuk dicermati. Dari data observasi itu, terdapat angka-angka yang menunjukkan perbandingan pertumbuhan penganut Islam dan Kristen di dunia. Lembaga itu mencatat, pada tahun 1900, jumlah pemeluk Kristen adalah 26,9% dari total penduduk dunia, sementara pemeluk Islam hanya 12,4%. 80 tahun kemudian (1980), angka itu berubah. Penganut Kristen bertambah 3,1% menjadi 30%, dan Muslim bertambah 4,1% menjadi 16,5% dari seluruh penduduk bumi. Pada pergantian milenium kedua, yaitu 20 tahun kemudian (2000), jumlah itu berubah lagi tapi terjadi perbedaan yang menarik. Kristen menurun 0,1% menjadi 29,9% dan Muslim naik lagi menjadi 19,2%. Pada tahun 2025, angka itu diproyeksikan akan berubah menjadi: penduduk Kristen 25% (turun 4,9%) dan Muslim akan menjadi 30% (naik pesat 10,8%) mengejar jumlah penganut Kristen. Bila diambil rata-rata, Islam bertambah pemeluknya 2,9% pertahun. Pertumbuhan ini lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah penduduk bumi sendiri yang hanya 2,3% pertahun. 17 tahun lagi dari sekarang, bila pertumbuhan Islam itu konstan, dari angka kelahiran dan yang masuk Islam di berbagai negara, berarti prediksi itu benar, Islam akan menjadi agama nomor satu terbanyak pemeluknya di dunia, menggeser Kristen menjadi kedua.
E.     Mesjid dan Organisasi Islam Di Amerika Serikat
Masjid adalah tempat ibadah utama bagi seorang Muslim. Di AS, ada sekitar 1.209 Masjid, dimana yang terbesar adalah Islamic Center of America yang terletak di Dearborn, Michigan. Dibangun pada 2005, Masjid ini dapat menampung lebih dari 3.000 jamaah yang terus tumbuh di wilayah itu.Hanya kurang dari 100 unit yang benar-benar dari awal dirancang sebagai Masjid, kebanyakan jamaah Islam di AS pada awalnya beribadah di bangunan-bangunan yang semula didirikan untuk tujuan lain, seperti bekas stasiun pemadam kebakaran, teater, gudang, dan toko. Selain itu ada banyak organisasi Islam di Amerika Serikat,yaitu :[9]
  • Kelompok yang paling besar adalah American Society of Muslims (ASM atau Masyarakat Muslim Amerika), pengganti Nation of Islam, yang lebih dikenal sebagai Black Muslim. Kelompok ini dipimpin oleh Warith Deen Mohammed. Tidak begitu jelas berapa Muslim Amerika yang mengikuti kelompok ini. Kepercayaan kelompok ini juga berbeda dengan kepercayaan Islam pada umumnya, mereka tidak mengenali Muhammad adalah Rasul Allah yang terakhir.
  • Kelompok terbesar kedua adalah Islamic Society of North America (ISNA atau Masyarakat Islam Amerika Utara). ISNA adalah suatu asosiasi organisasi-organisasi Muslim dan perorangan untuk mempresentasikan Islam. Kelompok ini dibuat oleh imigran, beberapa etnis Kaukasia dan sekelompok kecil Afro Amerika yang masuk Islam. Jumlah anggotanya baru-baru ini mungkin telah melampaui ASM. Konvensi tahunan ISNA mungkin adalah pertemuan Muslim paling besar di AS.[23] Organisasi ini telah dikritik karena menyebarkan ajaran Wahabi dan karena memiliki hubungan dengan terorisme.
  • Kelompok terbesar ketiga adalah Islamic Circle of North America (ICNA atau Lingkaran Islam Amerika Utara). ICNA adalah kelompok Islam yang tidak memandang kesukuan, terbuka bagi semua, dan mandiri. Kelompok ini dibentuk oleh imigran, Amerika kult putih, dan Afro Amerika yang masuk Islam. Kelompok ini sedang tumbuh, dan juga bisa lebih besar dari ASM disaat sekarang. Divisi mudanya adalah Young Muslims atau Muslim Muda.
  • Islamic Supreme Council of America (ISCA atau Dewan Tertinggi Muslim Amerika) mewakili banyak Muslim AS. Tujuannya adalah menyediakan solusi-solusi bagi Muslim Amerika, yang berlandaskan hukum Islam. ISCA bekerja keras untuk mengintegrasikan ajaran Islam dalam memecahkan isu-isu zaman demi memelihara keyakinan Islam ditengah masyarakat yang sekuler.
  • Islamic Assembly of North America (IANA Himpunan Islam Amerika Utara), adalah suatu organisasi Muslim terkemuka di AS. Menurut situs mereka, diantara sasaran IANA adalah "mengkoordinir dan mempersatukan usaha-usaha dari dakwah yang berbeda, mengorientasikan organisasi (Islam) di Amerika Utara atau mengarahkan umat Muslim untuk bertahan pada metodologi Islam". Untuk mencapai sasarannya, IANA menggunakan sejumlah alat, metode, konvensi, rapat anggota, lembaga, institusi, akademi berorientasi dakwah, dan lain-lain.
  • Muslim Students' Association (MSA atau Asosiasi Pelajar-pelajar Muslim), adalah suatu kelompok yang diperuntukkan bagi pelajar Islam di perguruan tinggi Kanada dan Amerika Serikat. MSA juga sering dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, seperti pengumpulan dana untuk tunawisma selama Ramadhan.
  • Islamic Information Center (IIC atau Pusat Informasi Islam) adalah organisasi yang dibentuk untuk memberi informasi kepada publik, sebagian besar melalui media, seputar Islam dan umat Muslim.





KESIMPULAN
Islam masuk ke Amerika dengan berbagai cara, begitu juga masyarakat muslim disana .sangatlah beranekaragam. Dari umat muslim berkulit hitam keturunan afrika,arab dan masyarakat Amerika itu sendiri. Sejarah mengatakan bahwa umat muslim masuk ke Amerika karena adanya perdagangan budak pada masa colonial dan pasca colonial. Dan dapat disangkal bahwa sejumlah besar orang Afrika kulit hitam yang dibawa ke Amerika selama perdagangan budak adalah orang muslim.
Selama perkembangannya, Meskipun mayoritas umat muslim di Amerika adalah orang Amerika keturunan Afrika atau bagian dari penduduk imigran, ada banyak orang Amerika lainnya yang memilih memeluk Islam sebagai agama dan cara hidup mereka dan jumlah ini terus bertambah. Diperkirakan jumlah Muslim bangsa Amerika kulit putih di Amerika Serikat berkisar antara dua puluh hingga lima puluh ribu orang, namun seperti biasa sulit menentukan angka yang tepat. Sebagian di antara mereka adalah perempuan bangsa Amerika kulit putih yang menikahi lelaki-lelaki Muslim.

           







DAFTAR PUSTAKA
Smith, Jane I. Islam di Amerika . Jakarta : Yayasan obor Indonesia 2005

Eck , Diana L., Amerika Baru Yang Religius, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2005
Supriadi, Dedi Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Setia 2008
Mulyana, Deddy. Islam di Amerika, Suka Duka Menegakkan Agama. Bandung : Pustaka, 1988



[1] Deddy Mulyana. Islam di Amerika, Suka Duka Menegakkan Agama. Bandung : Pustaka, 1988 : hal.13
[2] Ibid hal.15
[3] www.google.com/wikipedia
[4] Dedi Supriadi, Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Setia 2008 hal. 317
[5] Ibid
[6] Jane I. Smith, Islam di Amerika . Jakarta : Yayasan obor Indonesia 2005 hal. 96-97

[7] Diana L. Eck, Amerika Baru Yan Religius, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan 2005 hal.337
[8] www.google.com/wikipedia
[9] www.google.com/wikipedia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar